Langsung ke konten utama

Postingan

Pengaruh Krisis Ekonomi Asia Terhadap Indonesia

Krisis Keuangan Asia dimulai pada tanggal 2 Juli 1997 ketika pemerintah Thailand yang saat itu dibebani utang luar negeri yang besar, memutuskan untuk mengambangkan mata uang baht setelah serangan yang dilakukan para spekulan mata uang terhadap cadangan devisa negaranya. Pergeseran moneter ini bertujuan untuk merangsang pendapatan ekspor namun strategi ini terbukti sia-sia. Sehingga dengan cepat hal ini menimbulkan efek penularan ke negara-negara Asia lainnya karena investor asing - yang telah menanamkan uang mereka di ' Asian Economic Miracle countries ' ('Ekonomi-Ekonomi Asia yang Ajaib’) sejak satu dekade sebelum 1997 - kehilangan kepercayaan di pasar Asia dan membuang mata-mata uang dan aset-aset Asia secepat mungkin. Awal Krismon di Indonesia Meskipun kawasan Asia menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan, para investor asing awalnya tetap percaya pada kemampuan para Teknokrat indonesia untuk bertahan dalam badai krisis keuangan (seperti yang pern...

Peran Negara dan Kritik Terhadap Liberalisme

Peran Negara dalam Liberalisme Kaum liberalisme menempatkan individu dalam posisi yang paling utama atau istimewa. Hal ini juga sejalan dengan tokoh liberalisme klasik, Adam Smith. Bagi Smith, individu dianggap mempunyai self interest atau kepentingan pribadi masing-masing. Keuntungan pribadi inilah yang dapat diperoleh oleh masing –masing individu dengan jalan aktivitas ekonomi yang dilakukan tanpa peran dominan dari negara, dan bisa diperoleh oleh siapa pun. Sederhananya, kebebasan individu bagi kaum liberalis adalah hal yang sangat diagung –agungkan. Sementara negara harus mengambil campur tangan yang seminimal mungkin dalam kehidupan individu. Namun, liberalisme bukan berarti meniadakan peran negara sama sekali. Mekanisme pasar dalam konsep pasar murni memang hal yang harus berjalan dengan sendirinya tanpa campur tangan negara. Akan tetapi, Smith tetap mengatakan bahwa negara tetap harus mengambil peran tertentu bagi masyarakat. Adapun fungsi peran negara...

Hubungan Liberalisme dan Kapitalisme

  Ketika kita berbicara tentang masalah ekonomi dari pandangan kaum liberal, maka kita akan banyak bersinggungan dengan kapitalisme. Ideologi kapital banyak berkontribusi terhadap kemunculan ideologi liberal itu sendiri. Sebab, liberalisme sebagai suatu ideologi yang mengarah pada ekonomi banyak mengambil ide –ide pokok dari kapitalisme. Orientasi utama dari kapitalisme adalah pada profit atau keuntungan individu. Jadi, bagi kaum kapitalis, mereka juga menekankan adanya individualisme dan kebebasan individu. Bagi kaum liberal sendiri, kapitalisme ini merupakan simbol dari kemajuan ekonomi dan eksistensi masyarakatnya. Adanya persaingan individu dalam mencari keuntungan dapat mempengaruhi percepatan terhadap industrialisasi ekonomi (Rohmann, 2000: 52-53). Hubungan antara liberalisme dan kapitalisme sendiri terbilang sangat erat. Namun, jika ingin melihat secara tegas, benang merah yang nampak jelas terletak pada pandangan mereka terhadap kondisi ekonomi. Ji...

Liberalisme Ekonomi Politik

Dalam ekonomi politik, liberalisme termasuk salah satu grand theory yang acapkali digunakan untuk menelusuri paradigma dan memahami fenomena ekonomi politik nasional maupun internasional. Namun, perlu diketahui bahwa sekalipun liberalisme sering digunakan dalam kajian ekonomi politik, namun kaum liberal sendiri menyatakan bahwa teori liberal ini sebetulnya tidak terdapat dalam studi ekonomi politik. Kaum liberal menolak adanya teori dan kebijakan yang menyangkutpautkan antara ekonomi dan politik. Hal ini dipengaruhi oleh sejarah kemunculan liberalisme di abad ke-16 dan 17 di Eropa, yang merupakan kritik atas teori merkantilisme (Jackson & Sorensen, 1999; 234). Bagi kaum liberal, pasar adalah suatu sistem atau mekanisme ekonomi yang dapat mengatur diri mereka sendiri ( self-regulating mechanism ), sehingga tidak membutuhkan campur tangan politik (dalam hal ini pemerintah). Keyakinan inilah yang membuat kaum liberal merasa bahwa ekonomi dan politik adalah dua hal y...

Empat Perspektif Ekonomi Politik Internasional

Dalam tulisan ini dibahas mengenai empat macam perspektif untuk menjelaskan makna ekonomi politik internasional, yakni: merkantilis, liberalis, radikal, dan reformis.  Tulisan ini diilhami dan disarikan dari buku Ekonomi-Politikan Internasional dan Pembangunan karya Dr. Mochtar Mas’oed. Perspektif Merkantilis Perspektif ini memandang bahwa Negara menjadi actor utama yang secara aktif dan rasional mengatur ekonomi demi meningkatkan kekuatan kekuasaan Negara. Membangun suatu Negara bangsa yang kuat diperlukan akumulasi capital sebanyak-banyaknya. Sehingga pembangunan ekonomi diprioritaskan. Apabila untuk memenuhi capital yang diinginkan tersebut tidak bisa dicukupi dengan pemanfaatan sumber-sumber capital dalam negeri, maka dilakukanlah perdaganagan internasional. Demi mendapatkan keuntungan maksimal, maka pemerintah harus memainkan kebijaksanaan “nasionalis-ekonomis”. Yaitu dengan (a) pemerintah mengendalikan (menekan) sepenuhnya harga barang dan gaji buruh, sehing...

Sejarah Rezim Perdagangan

  Pasca Perang Dunia kedua, negara-negara pemenang ingin menciptakan serangkaian organisasi internasional yang dapat mengatur tata cara dan aturan main dalam kehidupan perekonomian dunia, termasuk perdagangan berdasarkan atas kerjasama antar negara. Maka setelah berakhirnya PD II, dibentuklah organisasi internasional, antara lain IMF( International Monetary Fund ), World Bank, dan GATT. Di Tahun 1946, ECOSOC , suatu badan di bawah PBB membuat resolusi untuk mengadakan konferensi guna menyusun piagam internasional di bidang perdagangan. Dimana ada kenginan untuk membentuk suatu organisasi yang mengatur perdagangan dunia dengan mengambil prinsip-prinsip yang terkandung di dalam GATT ( General Agreement on Tariff and Trade ). Organisasi itu disebut dengan ITO ( International Trade Organization ). [1] Namun dalam perkembangannya ada beberapa faktor yang menyebabkan organisasi ini batal terbentuk. Kenneth Dam, salah seorang ahli terkemuka mengenai masalah GATT mengemu...

Sejarah Revolusi industri

Sejarah Revolusi Industri   Revolusi industri merupakan fenomena yang terjadi antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar keseluruh dunia. Bermula dari penemuan mesin uap, mesin sederhana ini kemudian diaplikasikan dalam berbagai mesin yang dapat memperbanyak produksi barang di eropa. Perkembangan yang juga tidak kalah cepatnya adalah sektor transportasi,komunikasi dan keuangan eropa. Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18, di mana terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia, yang kemudian digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis menufaktur. Periode awal dimulai dengan dilakukannya mekanisasi terhadap industri tekstil, pen...