Langsung ke konten utama

Peran Negara dan Kritik Terhadap Liberalisme

Gambar terkait

Peran Negara dalam Liberalisme

Kaum liberalisme menempatkan individu dalam posisi yang paling utama atau istimewa. Hal ini juga sejalan dengan tokoh liberalisme klasik, Adam Smith. Bagi Smith, individu dianggap mempunyai self interest atau kepentingan pribadi masing-masing.
Keuntungan pribadi inilah yang dapat diperoleh oleh masing –masing individu dengan jalan aktivitas ekonomi yang dilakukan tanpa peran dominan dari negara, dan bisa diperoleh oleh siapa pun. Sederhananya, kebebasan individu bagi kaum liberalis adalah hal yang sangat diagung –agungkan. Sementara negara harus mengambil campur tangan yang seminimal mungkin dalam kehidupan individu.
Namun, liberalisme bukan berarti meniadakan peran negara sama sekali. Mekanisme pasar dalam konsep pasar murni memang hal yang harus berjalan dengan sendirinya tanpa campur tangan negara. Akan tetapi, Smith tetap mengatakan bahwa negara tetap harus mengambil peran tertentu bagi masyarakat.
Adapun fungsi peran negara dalam liberalisme menurut Smith adalah :
  1. melindungi warga negaranya dari intervensi atau agresi kelompok atau pun bangsa asing,
  2. merawat institusi publik, seperti bendungan, jalan, maupun jembatan.
Adapun tokoh liberalisme lain yang mendukung pemikiran Smith, yang dikenal engan konsep nagtive liberty, Herbert Spencer, juga memiliki pandangan sendiri. Menurut Spencer, fungsi dan tugas negara dalam liberalisme harus sangat terbatas, yakni :
  1. tidak boleh mengurusi aktivitas individu seperti dalam masalah agama,
  2. tidak boleh mengatur mekanisme pasar,
  3. tidak boleh mendukung kolonialisasi, dan juga
  4. tidak boleh membantu orang miskin.

Kritik terhadap Liberalisme

Kaum liberal menginginkan ekonomi atau pasar dapat berjalan secara bebas dengan hanya mengandalkan invisible hand. The invisible hand akan mampu membawa pasar menemukan titik keseimbangannya sendiri, dan ketika terjadi masalah, invisible hand pula yang akan menanganinya sendiri untuk mengembalikan pasar pada titik keseimbangannya semula. Semuanya, berjalan secara otomatis karena individu bebas untuk berusaha.
Namun, apakah hal yang diyakini kaum liberal ini terbukti mampu dipraktekkan dalam skema ekonomi politik suatu negara? Bisakah suatu negara benar –benar melepaskan campur tangannya terhadap ekonomi, dan melepaskan berbagai permasalahannya terhadap mekanisme pasar spontan?
Faktanya, perdagangan bebas dengan hanya mengandalkan the invisible hand saja tidak cukup. Kritik terhadap liberalisme muncul dari berbagai kalangan, di antaranya adalah dari kaum marxis, sosialis dan juga neoliberalis.
Kritik terhadap liberalisme yang pertama adalah cara pandang kaum liberal yang terlalu normatif mengenai bagaimana seharusnya dunia berjalan. Kaum liberal membawa logika berpikir tingkat individu dan domestik ke ranah tingkat internasional, dan ini adalah hal yang terlalu normatif.
Sebab, komunitas atau masyarakat dalam suatu negara adalah unit yang tersusun atas banyak individu, sehingga logika berpikir yang tercipta akan sangat berbeda. Akan terlalu sulit untuk mengambil kebijakan luar negeri dan menjalankan hubungan internasional dengan mengambil logika dari masyarakat luas.
Kritik kedua adalah kaum liberalis yang sangat mendewakan demokrasi dan kaitannya terhadap perilaku negara. Masyarakat dalam suatu negara tidak selalu memiliki pandangan yang sama. Pikiran dari begitu banyak individu juga akan menghasilkan ide yang berbeda-beda sehingga akan sangat sulit untuk mencapai konsensus nasional untuk menentukan arah kebijakan relasi luar negeri.
Apalagi, menyerahkan keputusan krusial dalam skema hubungan luar negeri kepada masyarakat adalah tindakan ceroboh mengingat tidak semua masyarakat mempunyai pemahaman dan pertimbangan yang matang terhadap konteks hubungan kenegaraan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan Liberalisme dan Kapitalisme

  Ketika kita berbicara tentang masalah ekonomi dari pandangan kaum liberal, maka kita akan banyak bersinggungan dengan kapitalisme. Ideologi kapital banyak berkontribusi terhadap kemunculan ideologi liberal itu sendiri. Sebab, liberalisme sebagai suatu ideologi yang mengarah pada ekonomi banyak mengambil ide –ide pokok dari kapitalisme. Orientasi utama dari kapitalisme adalah pada profit atau keuntungan individu. Jadi, bagi kaum kapitalis, mereka juga menekankan adanya individualisme dan kebebasan individu. Bagi kaum liberal sendiri, kapitalisme ini merupakan simbol dari kemajuan ekonomi dan eksistensi masyarakatnya. Adanya persaingan individu dalam mencari keuntungan dapat mempengaruhi percepatan terhadap industrialisasi ekonomi (Rohmann, 2000: 52-53). Hubungan antara liberalisme dan kapitalisme sendiri terbilang sangat erat. Namun, jika ingin melihat secara tegas, benang merah yang nampak jelas terletak pada pandangan mereka terhadap kondisi ekonomi. Ji...

Teori Perdagangan Internasional

  Perdagangan Internasional adalah bentuk transaksi dagang yang terjadi antara subyek –subyek ekonomi negara satu dengan lainnya, baik berupa transaksi barang ataupun jasa. Adapun subyek ekonomi tersebut dapat beragam, seperti penduduk yang terdiri dari warga negara biasa, perusahaan impor, perusahaan ekspor, perusahaan industri, perusahaan negara, departemen pemerintah, ataupun individu (Sobri: 2000). Dampak Teori Perdagangan Internasional Sejak era revolusi industri yang berlangsung pada abad ke -18 di Inggris serta disusul kawasan lain di Eropa, pemikiran ekonomi mengalami perkembangan besar-besaran. Muncul berbagai konsep ekonomi yang banyak dimotori oleh Adam Smith. Salah satu aspek penting dalam konsep ekonomi yang digawangi Adam Smith adalah perdagangan internasional. Apa yang menjadi pemikiran Adam Smith inilah yang banyak mendorong pergerakan perdagangan internasional di seluruh dunia. Pemikirannya menjadi sejarah awal dari teori perdagangan in...